13 Desember 2010

Catatan Perjalanan di Kushiro - Bagian 2 - Narita Tokyo

Malam ini aku menginap di Shinagawa Prince Hotel. Aku pikir di Hotel yang sebesar ini akan mudah mendapatkan akses internet gratis. Tapi ternyata tidak, semuanya harus bayar. Aku lebih memilih menggunakan fasilitas internet umum di Lobby Hotel, maksudnya tentu sekalian menikmati suasana Tokyo di malam hari. Fasilitas internet umum ini menggunakan koin dengan biaya 100 yen setiap 10 menit. Tak apalah, namanya juga sudah "nyandu" dengan internet... :-)

Rombongan dan Pejabat JCOAL

Menyambung catatan perjalanan yang lalu, aku dan rombongan tiba di Bandara Narita Jepang pada pukul 7.10 waktu setempat. Suhu udara saat itu 8 derajad Celcius. Cukup dingin, apalagi diselingi hujan rintik-rintik. Seperti biasanya, sebelum keluar dari bandara harus melalui proses ke-imigrasi-an yang cukup menyita waktu karena kami dalam satu rombongan ada 18 orang.

Di Bandara kami dijemput oleh Kadoguchi San seorang pejabat NEDO dan Tomitu San yang akan menyertai kami sebagai penerjemah. Belakangan kami ketahui Tomitu San ini adalah seorang Muslim, karena dia ikut kami Sholat bersama di kantor JCOAL.

Pukul 8.30 rombongan meninggalkan bandara menuju Shinagawa Prince Hotel. Menjelang pukul 11.00 sampailah kami di hotel, tetapi ternyata bukan untuk Check-In. Ceritanya kami sekedar titip barang dan perjalanan akan dilanjutkan menuju kantor JCOAL dengan kereta api. Di sini ada sedikit  peristiwa lucu. Karena harus ke kantor, tentunya kami harus berpakaian resmi yaitu menggunakan jas dan dasi. Tapi yang ada adalah hampir seluruhnya masih memakai baju santai. bagaimana ini?... Karena rombongan ini termasuk yang nekat, mentang-mentang nggak ada yang kenal maka langsung saja berganti baju di sudut lobby hotel. Asli KATROK BANGET... NDESO... hahaha... Karena seperti yang telah diduga, kami akhirnya ditegur petugas hotel. Ada baiknya, karena kemudian disediakan ruangan untuk berganti baju.

Pengarahan di Kantor JCOAL

Menjelang tengah hari rombongan tiba di kantor JCOAL untuk mendapatkan pengarahan tentang training di Kushiro. Dalam kesempatan itu mereka juga mengundang rombongan untuk jamuan makan malam. Dari kantor JCOAL kami lanjutkan ke kantor NEDO. Selain "kulo nuwun"  kami juga berdiskusi mengenai pengembangan tambang batubara bawah tanah di Indonesia hingga sore. Rombongan harus segera kembali ke hotel untuk Check-In. kami hanya diberi waktu 30 menit untuk bersiap-siap menghadiri jamuan makan malam di kantor JCOAL.

Jamuan di Kantor JCOAL

Di kantor JCOAL rombongan disambut oleh Direktur JCOAL dan pejabat-pejabat lainnya. Ada sedikit kejutan, aku bertemu dengan Tanaka Sensei yang dulu merupakan wali kelasku waktu training di Ikeshima. Ada juga Sakaguchi yang sering ke Sawahlunto. Setelah beramah-tamah secukupnya, kamipun pamitan. Tubuh terasa capai karena seharian jalan tanpa sempat mandi atapun gosok gigi. Tiba di hotel, tentu saja yang terpikirkan adalah mandi, beristirahat dan tidur... Sampai jumpa esok pagi.. Oyasumi Minasae....

1 komentar:

  1. Bagus mas, ini bagian dari perjalanan kehidupan yang suatu saat bisa di jadikan buku mas....
    Saya sangat mendukung sekali hal ini, mudah"an saya masih bisa mengikuti cerita sampeyan sampai akhirnya ketemu lagi di Sawahlunto :)

    BalasHapus

Baca juga